Kalkulator GPA: GPA Semester dan Kumulatif

Untuk menghitung GPA, kalikan poin nilai tiap mata kuliah dengan SKS-nya, jumlahkan, lalu bagi dengan total SKS. Masukkan nilai dan SKS di bawah untuk mendapatkan GPA tanpa bobot, berbobot, dan kumulatif pada skala 4.0.

Gratis, tanpa daftar, diperbarui saat Anda mengetik, dan berjalan di browser Anda.

Mata kuliah Anda

Baris tanpa nilai diabaikan. Honors menambah 0.5 dan AP atau IB menambah 1.0 ke GPA berbobot (kecuali untuk F). Mata kuliah P dan NP tidak dihitung dalam GPA.

GPA Anda

Pilih nilai dan masukkan SKS untuk minimal satu mata kuliah untuk melihat GPA Anda.

Skala GPA 4.0 yang dipakai di sini
NilaiRegulerHonorsAP / IB
A+4.0 / 4.34.5 / 4.85.0 / 5.3
A4.04.55.0
A−3.74.24.7
B+3.33.84.3
B3.03.54.0
B−2.73.23.7
C+2.32.83.3
C2.02.53.0
C−1.72.22.7
D+1.31.82.3
D1.01.52.0
D−0.71.21.7
F0.00.00.0

Aturan tiap sekolah berbeda: cek buku pedoman atau bagian akademik sekolah Anda untuk skala dan aturan bobot yang tepat.

GPA kumulatif

Gunakan GPA di transkrip Anda dan SKS yang dicakupnya, dengan dasar yang sama (tanpa bobot atau berbobot) seperti yang Anda pilih di sini. Mata kuliah di atas ditambahkan ke situ.

Berapa GPA yang saya butuhkan? (GPA target)

Cara menggunakan kalkulator GPA

  1. Untuk setiap mata kuliah, pilih huruf Nilai dan masukkan SKS-nya (jumlah jam kredit atau satuan kredit, misalnya 3 atau 0,5). Nama mata kuliah bersifat opsional dan hanya membantu Anda mencatat.
  2. Atur Jenis ke Honors atau AP / IB untuk kelas berbobot; jika bukan, biarkan pada Reguler.
  3. Gunakan Tambah mata kuliah untuk menambah baris dan Tambah semester untuk menghitung beberapa semester sekaligus; setiap semester menampilkan GPA-nya sendiri.
  4. Lihat GPA Anda: GPA tanpa bobot dan berbobot, jumlah SKS yang dihitung, poin mutu, serta pembagian di baliknya.
  5. Untuk GPA keseluruhan, isi GPA kumulatif sebelumnya dan SKS yang sudah ditempuh di bagian GPA kumulatif. Buka Berapa GPA yang saya butuhkan? untuk melihat rata-rata yang Anda perlukan pada sisa SKS agar mencapai target.
  6. Jika sekolah Anda menghitung A+ sebagai 4,3, ubah A+ dihitung sebagai di bagian atas. Reset menghapus semuanya.

Cara menghitung GPA

Grade point average (GPA) adalah rata-rata poin nilai yang dibobot dengan SKS. Setiap huruf nilai memiliki angka poin (A = 4,0, B+ = 3,3, C = 2,0, dan seterusnya). Kalikan poin setiap mata kuliah dengan SKS-nya untuk mendapatkan poin mutu, jumlahkan poin mutu semua mata kuliah, lalu bagi dengan total SKS:

GPA = Σ (poin nilai × SKS) ÷ Σ SKS

Contoh perhitungan dengan tiga mata kuliah:

Mata kuliahNilaiPoinSKSPoin mutu
BiologiA4,0312,0
KalkulusB+3,3413,2
SeniC2,024,0
Total929,2

GPA = 29,2 ÷ 9 = 3,244…, ditampilkan sebagai 3,24. Perhatikan bahwa B+ dengan empat SKS menarik rata-rata lebih kuat daripada C dengan dua SKS: SKS menentukan seberapa besar pengaruh setiap nilai. Kalkulator ini membulatkan ke dua angka desimal; beberapa sekolah memotong angkanya (di sini tetap 3,24) atau melaporkan tiga desimal.

Skala 4,0

Kalkulator ini memakai skala 4,0 yang paling umum di AS: A dan A+ 4,0, A− 3,7, B+ 3,3, B 3,0, B− 2,7, C+ 2,3, C 2,0, C− 1,7, D+ 1,3, D 1,0, D− 0,7, dan F 0. Tabel lengkapnya, termasuk nilai untuk honors dan AP, ada di bawah hasil. Setiap sekolah bisa berbeda: ada yang memakai huruf polos tanpa plus dan minus, ada yang memberi A+ nilai 4,3 (atau 4,33), dan sebagian kecil memakai angka poin lain. Jadi, periksa buku pedoman atau bagian akademik sekolah Anda jika GPA harus sama persis dengan transkrip.

GPA berbobot vs tanpa bobot

GPA tanpa bobot memperlakukan semua kelas sama, sehingga nilai maksimalnya 4,0. GPA berbobot menambahkan bonus untuk kelas yang lebih sulit. Kalkulator ini memakai konvensi yang umum: +0,5 untuk kelas honors dan +1,0 untuk kelas AP dan IB, sehingga nilai A di kelas AP dihitung 5,0 dan B+ dihitung 4,3. Nilai F tidak mendapat bonus. Pada contoh di atas, jika Kalkulus dijadikan kelas AP, poinnya berubah dari 3,3 menjadi 4,3, poin mutunya dari 13,2 menjadi 17,2, dan GPA berbobotnya menjadi (12 + 17,2 + 4) ÷ 9 = 33,2 ÷ 9 = 3,69.

Aturan pembobotan lebih beragam daripada skala dasarnya. Ada SMA yang membatasi GPA berbobot di 5,0, ada yang hanya membobot kelas 11 dan 12, ada yang tidak memberi bonus untuk honors, dan banyak universitas menghitung ulang GPA pendaftar dengan aturan mereka sendiri, sering kali tanpa bobot. Gunakan angka tanpa bobot jika formulir meminta GPA dalam skala 4,0.

Cara menghitung GPA kumulatif

GPA kumulatif mencakup semua SKS yang sudah dinilai sejauh ini, jadi Anda tidak bisa begitu saja merata-ratakan dua GPA semester kecuali keduanya memiliki jumlah SKS yang sama. Ubah GPA lama kembali menjadi poin mutu, lalu tambahkan poin mutu yang baru:

GPA kumulatif baru = (GPA sebelumnya × SKS sebelumnya + poin mutu baru) ÷ (SKS sebelumnya + SKS baru)

Contoh: GPA 3,50 untuk 30 SKS setara dengan 105 poin mutu. Ditambah 29,2 poin semester ini untuk 9 SKS, hasilnya (105 + 29,2) ÷ (30 + 9) = 134,2 ÷ 39 = 3,44. Pastikan GPA sebelumnya memakai dasar yang sama dengan yang Anda pilih (tanpa bobot atau berbobot); mencampur keduanya menghasilkan angka yang tidak bermakna. Mata kuliah lulus/tidak lulus (pass/fail), dan biasanya juga mata kuliah yang dibatalkan, tidak memiliki poin nilai dan tidak masuk GPA, meskipun SKS yang lulus tetap dihitung untuk kelulusan.

Persentase, negara lain, dan alat terkait

Tidak ada konversi universal dari persentase ke huruf nilai. Banyak SMA di AS memakai 90–100 untuk A dan 80–89 untuk B, tetapi ada juga yang memakai 93 atau 94 untuk A, dan universitas menetapkan batasnya sendiri, sehingga kalkulator ini dimulai dari huruf nilai. Negara lain memakai sistem yang sama sekali berbeda, seperti klasifikasi gelar di Inggris (First, 2:1, 2:2) atau skala CGPA 10 poin yang dipakai banyak universitas di India; kalkulator ini hanya untuk skala 4,0 AS.

Untuk penjelasan langkah demi langkah dengan lebih banyak contoh, baca Bagaimana GPA Dihitung? GPA Berbobot vs Tanpa Bobot. Untuk mengubah skor ujian menjadi persentase, gunakan kalkulator persen; untuk perhitungan matematika lain, kalkulator ilmiah; untuk menghitung hari menuju tenggat, kalkulator tanggal. Kalkulator gratis lainnya ada di Alat Sehari-hari.

Privasi

Semua perhitungan dilakukan di browser Anda dan tidak ada yang dikirim ke server. Mata kuliah, nilai, dan isian kumulatif Anda disimpan di penyimpanan lokal browser pada perangkat ini agar tetap ada saat Anda kembali; Reset menghapusnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung GPA saya?

Kalikan poin nilai setiap mata kuliah (A = 4, B = 3, C = 2, D = 1, F = 0, dengan tingkatan plus dan minus) dengan SKS-nya, jumlahkan hasilnya, lalu bagi dengan total SKS. Misalnya, A di mata kuliah 3 SKS, B+ di mata kuliah 4 SKS, dan C di mata kuliah 2 SKS menghasilkan 29,2 ÷ 9 = 3,24.

Apa itu GPA berbobot?

GPA berbobot memberi poin tambahan untuk kelas yang lebih sulit, biasanya +0,5 untuk honors dan +1,0 untuk AP atau IB, sehingga A di kelas AP dihitung 5,0, bukan 4,0. Karena itu, nilainya bisa melebihi 4,0. Sekolah menetapkan aturan pembobotannya sendiri, dan universitas sering menghitung ulang GPA dengan cara mereka sendiri.

Bagaimana cara menghitung GPA kumulatif?

Kalikan GPA sebelumnya dengan jumlah SKS yang dicakupnya, tambahkan poin mutu dari mata kuliah baru, lalu bagi dengan total SKS. GPA 3,50 untuk 30 SKS ditambah semester dengan GPA 3,24 untuk 9 SKS menghasilkan (105 + 29,2) ÷ 39 = 3,44, bukan rata-rata sederhana 3,37.

Apakah A+ bernilai lebih dari 4,0?

Di sebagian besar sekolah, tidak: A+ dihitung 4,0, sama dengan A, sehingga nilai maksimal tanpa bobot tetap 4,0. Beberapa universitas memberi A+ nilai 4,3 atau 4,33. Pilih 4,3 pada “A+ dihitung sebagai” jika sekolah Anda melakukannya.

Apakah mata kuliah lulus/tidak lulus dihitung dalam GPA?

Biasanya tidak. Nilai lulus memberi SKS untuk kelulusan, tetapi tanpa poin nilai, sehingga tidak mengubah GPA Anda. Di banyak sekolah, nilai tidak lulus di mata kuliah lulus/tidak lulus juga tidak masuk GPA, tetapi ada yang menghitungnya sebagai F, jadi periksa kebijakan sekolah Anda.

Berapa GPA yang bagus?

GPA 3,0 berarti rata-rata B dan sering menjadi batas minimum untuk beasiswa, program honors, dan sebagian pemberi kerja, sedangkan 3,5 atau lebih umumnya dianggap kuat. Ukuran bagus bergantung pada tujuan Anda: universitas selektif dan program pascasarjana sering mengharapkan lebih tinggi, jadi bandingkan GPA Anda dengan rentang yang dipublikasikan oleh program yang Anda minati.

Diperbarui

Tersalin ke clipboard